Teori Dasar
Materi Pembelajaran
Konsep tegangan AC & DC, penggunaan multimeter, dan keselamatan kerja laboratorium.
2.1 Visualisasi Gelombang
▶ Tegangan AC — Bolak Balik
▶ Tegangan DC — Searah
2.2 Perbandingan Tegangan AC vs DC
| Parameter | Tegangan AC | Tegangan DC |
|---|---|---|
| Bentuk Gelombang | Sinusoidal | Konstan / Searah |
| Arah Arus | Bolak-balik | Satu Arah |
| Nilai Tegangan | Berubah terhadap waktu | Tetap |
| Sumber Umum | PLN, Transformator | Baterai, Power PSU |
| Rumus Sesaat | V = Vm sin(ωt) | V = Konstan |
| Nilai RMS | Vrms = 0.707 × Vm | Vrms = V |
| Simbol Selektor | ACV (~) | DCV (⌡) |
| Frekuensi | 50 Hz (PLN Indonesia) | 0 Hz |
2.3 Rumus-Rumus Penting
V(t) = Vm × sin(ωt)
- Vm = Tegangan Maksimum (Volt)
- ω = 2πf (rad/s)
- t = Waktu (sekon)
Vrms = Vm / √2
- Vrms = Tegangan Efektif
- Nilai yang terbaca pada Voltmeter AC
f = 1 / T
- f = Frekuensi (Hz)
- T = Periode (sekon)
2.4 Anatomi Multimeter Analog
1
Papan SkalaArea pembacaan nilai — memuat busur skala AC, DC, dan Ω
2
Jarum PenunjukBergerak proporsional terhadap besaran yang diukur
3
Cermin Anti-ParallaxStrip cermin pada skala — baca nilai saat jarum & bayangannya tepat berhimpit
4
Sekrup Adj Nol MekanisMenyetel posisi jarum ke angka nol sebelum pengukuran dimulai
5
Selektor Range (Rotary Switch)Memilih besaran (ACV / DCV / Ω / mA) dan batas ukur yang sesuai
6
Terminal COM (−)Colokkan probe hitam — referensi / negatif untuk semua pengukuran
7
Terminal V·Ω (+)Colokkan probe merah untuk pengukuran tegangan AC/DC & hambatan
8
Terminal mA (+)Colokkan probe merah untuk pengukuran arus DC (maks 250 mA)
ACV: 10, 50, 250, 500V
DCV: 2.5, 10, 50, 250, 500V
DCmA: 0.5, 5, 50mA
Ω: ×1, ×10, ×100, ×1k
2.5 Kalkulator Faktor Skala
Hasil = (50 ÷ 50) × 35 = ...
35.00 Volt
2.6 Prosedur Setting Multimeter
Pengukuran ACV
- 1Putar selektor ke posisi ACV
- 2Pilih batas ukur lebih besar dari tegangan sumber
- 3Hubungkan probe ke terminal yang sesuai
- 4Baca penunjukan jarum pada skala ACV
- 5Hitung hasil: Faktor Skala × Penunjukan
- 6Catat hasil pada tabel pengamatan
Pengukuran DCV
- 1Putar selektor ke posisi DCV
- 2Pilih batas ukur lebih besar dari tegangan sumber
- 3Hubungkan probe memerhatikan polaritas (+/−)
- 4Baca penunjukan jarum pada skala DCV
- 5Hitung hasil: Faktor Skala × Penunjukan
- 6Catat hasil pada tabel pengamatan
Perhatikan polaritas probe pada pengukuran DCV! Terbalik polaritas dapat merusak jarum multimeter.
2.7 Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3)
Wajib Dilakukan
- Gunakan APD: jas lab, sarung tangan, kacamata
- Periksa kondisi alat sebelum digunakan
- Pastikan sumber tegangan dalam keadaan OFF sebelum merangkai
- Atur batas ukur lebih tinggi dari tegangan yang diukur
- Konsultasikan rangkaian ke dosen/teknisi sebelum ON
- Perhatikan polaritas alat ukur
- Kembalikan peralatan ke tempatnya setelah selesai
- Laporkan kerusakan alat segera
Dilarang
- Jangan menyalakan peralatan tanpa izin
- Jangan membalik polaritas secara paksa
- Jangan menggunakan alat yang rusak
- Jangan meninggalkan rangkaian bertegangan tanpa pengawasan
- Jangan menghalangi jalur evakuasi
Alat Pelindung Diri (APD)
Jas Laboratorium
Sarung Tangan Isolasi
Kacamata Pelindung
Sepatu Safety