PengukuranListrik

Memuat Media Pembelajaran...

Langkah Kerja

Prosedur Praktikum

Langkah kerja pengukuran tegangan AC dan DC sesuai Jobsheet Job 3

Percobaan 1 — Pengukuran Tegangan AC

Menggunakan Transformator 220/6V CT

Langkah 1 dari 6

Langkah 1 — Persiapan Alat

Siapkan Multimeter Sanwa, Transformator 220/6V double tegangan sekunder (CT), dan kabel penghubung secukupnya. Pastikan semua alat dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan fisik.

Periksa kondisi fisik setiap alat sebelum digunakan.

Langkah 2 — Setting Multimeter

Putar selektor ke posisi ACV. Atur batas ukur 50 Volt (lebih tinggi dari tegangan sumber) untuk memastikan jarum tidak melewati batas skala.

Pastikan selector ACV sebelum menghubungkan ke sumber tegangan!

Langkah 3 — Merangkai Rangkaian

Hubungkan kumparan primer trafo ke sumber tegangan 220V. Hubungkan probe voltmeter ke terminal sekunder trafo sesuai tabel pengamatan. Diagram rangkaian:

220V AC ~ Sumber TRAFO 220 / 6V CT 12V CT 6V V Voltmeter +

Langkah 4 — Konsultasi Dosen

Konsultasikan rangkaian kepada dosen atau teknisi sebelum menghidupkan sumber tegangan. Pastikan rangkaian telah diperiksa dan disetujui.

WAJIB dikonsultasikan terlebih dahulu sebelum menghidupkan sumber!

Langkah 5 — Pengukuran

Hidupkan sumber tegangan. Ukur tegangan pada setiap kombinasi terminal sesuai tabel pengamatan di bawah. Baca dan catat penunjukan jarum multimeter dengan teliti.

Baca jarum pada skala ACV. Hitung: Hasil = Faktor Skala × Penunjukan.

Langkah 6 — Selesai

Matikan sumber tegangan. Lepaskan semua kabel rangkaian. Kembalikan semua peralatan ke tempatnya dengan rapi dan benar sesuai prosedur laboratorium.

Percobaan 1 selesai. Lanjutkan ke Percobaan 2 — Tegangan DC.

Percobaan 2 — Pengukuran Tegangan DC

Menggunakan Power Supply Searah

Langkah 1 dari 6

Langkah 1 — Persiapan Alat

Siapkan Multimeter Sanwa, Power Supply DC (PSU), kabel penghubung, dan rheostat. Periksa kondisi semua alat sebelum digunakan.

Pastikan semua alat dalam kondisi baik sebelum memulai.

Langkah 2 — Setting Multimeter

Putar selektor ke posisi DCV. Atur batas ukur 50 Volt. Pastikan batas ukur lebih besar dari tegangan yang akan diukur.

Perhatikan polaritas probe! Probe merah (+) ke positif PSU, hitam (−) ke negatif.

Langkah 3 — Merangkai Rangkaian

Hubungkan PSU DC ke saklar (S), kemudian ke rheostat sebagai beban, dengan voltmeter terhubung paralel pada titik pengukuran.

PSU DC ⏣ Power Supply S Rheostat R var V +

Langkah 4 — Konsultasi Dosen

Konsultasikan rangkaian kepada dosen atau teknisi laboratorium sebelum menghidupkan PSU. Tunggu persetujuan sebelum melanjutkan.

WAJIB dikonsultasikan terlebih dahulu sebelum ON!

Langkah 5 — Pengukuran

Hidupkan PSU. Atur tegangan output PSU mulai dari 2 Volt secara bertahap. Catat setiap penunjukan jarum multimeter pada tabel pengamatan di bawah.

Catat minimal 10 data dengan tegangan berbeda sesuai tabel pengamatan.

Langkah 6 — Selesai

Matikan PSU dan lepaskan semua kabel rangkaian. Rapikan semua peralatan ke tempat semula sesuai prosedur laboratorium.

Percobaan 2 selesai. Lanjutkan mengisi tabel pengamatan DC di bawah.

Tabel Pengamatan 1 — Tegangan AC

No Terminal Batas Ukur (V) Penunjukan Jarum (V) Faktor Skala Hasil Ukur (V)

Tabel Pengamatan 2 — Tegangan DC

No Output PSU (V) Batas Ukur (V) Penunjukan Jarum (V) Faktor Skala Hasil Ukur (V)

Laporan Praktikum

Buat laporan dari hasil pengamatan yang telah diisi pada tabel di atas untuk dijadikan dokumentasi.